Yuk Simak Cara Memulai Trading Bitcoin untuk Pemula
Trading Bitcoin atau BTC belakangan ini menjadi lagi trend sesudah nilainya cukup naik tinggi. Di bulan Febuari saja nilainya jadi Rp457 juta.
Untuk pemula yang tertarik trading Bitcoin, pasti kebingungan bagaimanakah cara mengawalinya. Karena, memang dasaranya Bitcoin tidak diperjualbelikan secara luas di Indonesia.
Meskipun begitu, untuk kamu tertarik Bitcoin, harus memahami resiko yang ditemui. Karena, mode trading di Bitcoin benar-benar naik-turun hingga peluang rugi tinggi.
Disamping itu, Bitcoin belum dianggap oleh Bank Indonesia (BI), Kewenangan Jasa Keuangan (OJK) sebagai alat pembayaran yang syah, hingga kemungkinan pemakaiannya terbatas.
Tetapi untuk kamu ingin tahu, berikut langkah mengawali trading atau investasi di Bitcoin.
1. Tergabung dengan Bitcoin Exchange
Pertama, kamu harus tentukan di mana kamu ingin lakukan pembelian Bitcoin. Mayoritas investor Bitcoin memakai jasa transisi atau bursa cryptocurrency.
Harus diingat tidak ada perusahaan "Bitcoin" sah karena tehnologi Bitcoin memiliki sifat open source atau terbuka untuk siapapun. Jasa transisi atau bursa ini dapat dianalogikan sebagai mediator investasi Bitcoin, seperti pialang saham.
Bila kamu memilih untuk beli dari jasa transisi, kamu harus putuskan dari jasa mana kamu ingin beli. Berikut sejumlah pilihan yang terpopuler:
- Coinbase: Transisi crypto yang paling terkenal yang jamin rugi bila terjadi pelanggaran keamanan atau transfer meresahkan.
Bitfinex: Transisi mata uang kripto terlama yang dimaksimalkan untuk pedagang dan pemberi utang tingkat menengah.
2. Tetapkan Dompet Bitcoin
tahap selanjutnya ialah tentukan di mana Bitcoin diletakkan. Di dunia trading Bitcoin sendiri area untuk menyimpan disebutkan "wallet" atau dompet, di mana semua mata uang kripto diletakkan. Ada dua tipe wallet yang dapat didapat: "hot wallet" atau "cold wallet".
Hot wallet ialah wallet yang dioperasionalkan oleh jasa transisi di mana umumnya kamu akan memperolehnya automatis saat memakai jasa transisi. Hot wallet benar-benar gampang dioperasionalkan karena bisa dijangkau lewat internet atau program piranti lunak.
Beberapa hot wallet populer ialah:
Electrum: Software yang memungkinkannya kamu simpan bitocoin di computer.
Miselium: Program khusus mobile untuk pemakai Android dan iPhone.
Tetapi, hot wallet bukan wujud penyimpanan Bitcoin yang paling aman. Bila penyuplai hot wallet diretas, info coin kamu akan terserang resikonya juga.
Selanjutnya Cold Wallet ialah sistem penyimpanan paling aman untuk Bitcoin kamu. Cold wallet sendiri ialah piranti keras yang simpan Bitcoin kamu, umumnya, piranti portabel yang serupa dengan flash drive. Umumnya dompet dingin bernilai di antara US$60 sampai US$100. Beberapa dompet dingin yang terkenal ialah:
Trezor
- Ledger Nano
Bila kamu cuman akan beli sebagian kecil coin, seharusnya cuman memakai hot wallet dengan transisi Bitcoin yang terasuransi. Tapi bila kamu akan memperdagangkan Bitcoin dengan jumlah besar, cold wallet jadi penting untuk kamu.
3. Sambungkan Wallet ke Rekening Bank
Sesudah tentukan jasa transisi dan sudah memperoleh wallet, kamu harus menyambungkan wallet ke rekening bank kamu. maksudnya pasti untuk beli coin dan jual coin. Atau, bisa jadi rekening bank kamu disambungkan langsung ke account transisi mata uang bitocoin punya kamu.
4. Pesan Bitcoin Pertama
Bila ke-3 cara di atas sudah sukses karena itu saat ini kamu siap untuk beli Bitcoin. Umumnya jasa Transisi Bitcoin kamu akan sediakan semua tipe pembelian bitocin yang ada. Pertanyaan seberapa banyak Bitcoin yang perlu dibeli?
Beberapa Bitcoin ada yang bernilai sampai beberapa ratus juta rupiah, tetapi beberapa jasa transisi bitocoin s memungkinkannya pembelian dengan pecahan dari 1 coin, atau yang disebutkan satoshi. Nilai 1 satoshi itu adalah pecahan desimal dengan 8 angka ada di belakang koma pada 1 keping Bitcoin. Maknanya, 1 satoshi sama dengan 0,00000001 BTC. Bila dijadikan rupiah, karena itu 1 satoshi sekitaran Rp4,534.
Harus diingat kembali melakukan investasi dalam Bitcoin benar-benar beresiko, dan penting untuk kamu untuk tentukan resiko dengan jeli dan mengevaluasi taktik investasi kamu saat sebelum beli Bitcoin dengan jumlah berapun.
5. Langkah Urus Investasi Bitcoin Kamu
Sesudah kamu beli Bitcoin, kamu bisa memakainya untuk lakukan transaksi bisnis online.
Umumnya beberapa trader beli Bitcoin buat disimpan dalam waktu yang lama dengan keinginan harga akan naik terus hingga saat dipasarkan akan mendapatkan uang, istilahnya bermain Bitcoin seperti invesatsi emas.
Kamu dapat memakai Bitcoin untuk perdagangan harian yaitu beli dan jual coin dengan pemilik Bitcoin lain, yang bisa difasilitaskan di bursa Bitcoin.
6. Taktik Penting Investasi
Sama seperti yang disebut awalnya, Bitcoin ialah investasi beresiko tinggi dan kamu harus sanggup mengevaluasi resiko dengan jeli saat sebelum melakukan investasi. Bila kamu berasa tidak nyaman melakukan investasi pada asset yang gampang berbeda, atau bila kamu cuman mempunyai sedikit uang untuk diinvestasikan, kemungkinan pilihan trading Bitcoin harus diperhitungkan kembali.
Ada langkah terbaik untuk melakukan investasi yang bagus yaitu dengan menganekaragamkan portofolio investasi kamu. Investasi khusus kamu harus beresiko rendah, seperti obligasi pemerintahan atau Reksa dana index. Seterusnya, kamu harus pilih investasi beresiko menengah, seperti property atau saham perusahaan. Investasi beresiko tinggi, seperti saham penny atau Bitcoin, harus jadi investasi paling kecil dan tidak diutamakan.
Bitcoin pada intinya ialah "high risk, high return" investasi yang bisa hasilkan keuntungan yang besar, tetapi berefek besar, karena itu pikirkan baik dan masak
Posting Komentar untuk " Yuk Simak Cara Memulai Trading Bitcoin untuk Pemula"